Laman

Kamis, Agustus 04, 2011

Mencari Orang yang Jujur itu Sulit


Minggu, 24 Juli 2011 07:00

Mencari orang yang jujur di zaman ini amatlah sulit. Sampai pun ia rajin shalat, jidadnya terlihat rajin sujud (karena saking hitamnya), belum tentu bisa memegang amanat dengan baik. Ada cerita yang kami saksikan di desa kami.

Seorang takmir masjid yang kalau secara lahiriyah nampak alim, juga rajin menghidupkan masjid. Namun belangnya suatu saat ketahuan. Ketika warga miskin mendapat jatah zakat dan disalurkan lewat dirinya, memang betul amplop zakat sampai ke tangan si miskin. Tetapi di balik itu setelah penyerahan, ia berkata pada warga, "Amplopnya silakan buka di rumah (isinya 100.000 per amplop). Namun kembalikan untuk saya 20.000." Artinya, setiap amplop yang diserahkan asalnya 100.000, namun dipotong sehingga tiap orang hanya mendapatkan zakat 80.000. Padahal dari segi penampilan tidak ada yang menyangka dia adalah orang yang suka korupsi seperti itu. Tetapi syukurlah, Allah menampakkan belangnya sehingga kita jadi tahu tidak selamanya orang yang mengurus masjid itu termasuk orang-orang yang jujur.



Perintah untuk Berlaku Jujur



Dalam beberapa ayat, Allah Ta’ala telah memerintahkan untuk berlaku jujur. Di antaranya pada firman Allah Ta’ala,



يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ



“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur.” (QS. At Taubah: 119).



Dalam ayat lainnya, Allah Ta’ala berfirman,



فَلَوْ صَدَقُوا اللَّهَ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ

“Tetapi jikalau mereka berlaku jujur pada Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” (QS. Muhammad: 21)



Dalam hadits dari sahabat 'Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu ‘anhu juga dijelaskan keutamaan sikap jujur dan bahaya sikap dusta. Ibnu Mas’ud menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,



عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا



“Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Muslim no. 2607)



Begitu pula dalam hadits dari Al Hasan bin ‘Ali, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,



دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيبُكَ فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ



“Tinggalkanlah yang meragukanmu pada apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran lebih menenangkan jiwa, sedangkan dusta (menipu) akan menggelisahkan jiwa.” (HR. Tirmidzi no. 2518 dan Ahmad 1/200, hasan shahih). Jujur adalah suatu kebaikan sedangkan dusta (menipu) adalah suatu kejelekan. Yang namanya kebaikan pasti selalu mendatangkan ketenangan, sebaliknya kejelekan selalu membawa kegelisahan dalam jiwa.



Basyr Al Haafi berkata,



من عامل الله بالصدق، استوحش من الناس



"Barangsiapa yang berinteraksi dengan Allah dengan penuh kejujuran, maka manusia akan menjauhinya." (Mukhtashor Minhajil Qoshidin, 351). Karena memang jujur itu begitu asing saat ini, sehingga orang yang jujur dianggap aneh.



Perintah untuk Menjaga Amanat



Allah Ta'ala berfirman,



إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا



"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya" (QS. An Nisa': 58)



Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,



أَدِّ الأَمَانَةَ إِلَى مَنِ ائْتَمَنَكَ



"Tunaikanlah amanat kepada orang yang menitipkan amanat padamu." (HR. Abu Daud no. 3535 dan At Tirmidzi no. 1624, hasan shahih)



Khianat ketika diberi amanat adalah di antara tanda munafik. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,



آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ



"Ada tiga tanda munafik: jika berkata, ia dusta; jika berjanji, ia mengingkari; dan jika diberi amanat, ia khianat." (HR. Bukhari no. 33)



Jadi, jika dititipi amanat, jagalah amanat tersebut itu dengan baik. Jangan sampai dikorupsi, jangan sampai dikurangi dan masuk kantong sendiri. Ingatlah ancaman dalam dalil di atas sebagaimana dikata munafik.



Kunci Utama



Kunci utama agar kita menjaga amanat ketika dititipi uang misalnya, sehingga tidak dikorupsi atau dikurangi adalah dengan memahami takdir ilahi. Ingatlah bahwa setiap orang telah ditetapkan rizkinya. Allah tetapkan rizki tersebut dengan adil, ada yang kaya dan ada yang miskin. Allah tetapkan ada yang berkelebihan harta dari lainnya, itu semua dengan kehendak Allah karena Dia tahu manakah yang terbaik untuk hamba-Nya. Sehingga kita hendaklah mensyukuri apa yang Allah beri walaupun itu sedikit.



اللهُ لَطِيفٌ بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ القَوِيُّ العَزِيزُ

“Allah Maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezki kepada yang di kehendaki-Nya dan Dialah yang Maha kuat lagi Maha Perkasa.” (QS. Asy Syura: 19)



Allah Ta'ala berfirman,



وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ



“Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. Asy Syuraa: 27) Ibnu Katsir rahimahullah lantas menjelaskan,“Seandainya Allah memberi hamba tersebut rizki lebih dari yang mereka butuh , tentu mereka akan melampaui batas, berlaku kurang ajar satu dan lainnya, serta akan bertingkah sombong.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 12/278)



Jika setiap orang memahami hal di atas, maka sungguh ia tidak akan korupsi, tidak akan menipu dan lari dari amanat. Realita yang kami saksikan sendiri menunjukkan bahwa mencari orang yang jujur itu amat sulit di zaman ini. Kita butuh menyeleksi dengan baik jika memberi amanat pada orang lain. Hanya dengan modal iman dan takwa-lah serta merasa takut pada Allah, kita bisa memiliki sifat jujur dan amanat.







Moga Allah Memberi Akhlak Mulia

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ وَالأَعْمَالِ وَالأَهْوَاءِ

“Allahumma inni a’udzu bika min munkarotil akhlaaqi wal a’maali wal ahwaa’ [Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari akhlaq, amal dan hawa nafsu yang mungkar].” (HR. Tirmidzi no. 3591, shahih)

Wallahu waliyyut taufiq.



Diselesaikan di Warak, Desa Girisekar, Panggang-Gunung Kidul setelah shalat Shubuh

22 Sya'ban 1432 H, 24/07/2011

www.rumaysho.com





--------------------------------------------------------------------------------

Masjid Kristal Terengganu Malaysia....

Teladan Semangat dalam Berderma

 
 
 
Teladan Semangat dalam Berderma


Rabu, 03 Agustus 2011 15:00

Teladan terbaik bagi kita adalah dari Rasul kita -Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam-. Kita akan saksikan bagaimana Nabi kita shallallahu 'alaihi wa sallam memberi contoh bagaimana semangat beliau dalam berderma, lebih-lebih lagi ketika di bulan penuh berkah, bulan Ramadhan.



Dari Anas bin Malik, ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik dan paling semangat serta yang lebih semangat untuk berderma." (HR. Bukhari dan Muslim)



Dari Shofwan bin Umayyah, ia berkata, “Sungguh Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam pernah memberiku sesuatu yang belum pernah kuperoleh. Padahal awalnya beliau adalah orang yang paling kubenci. Beliau terus berderma untukku sehingga beliau lah saat ini yang paling kucintai.” (HR. Ibnu Hibban, shahih).



Ibnu Syihab berkata bahwa pada saat perang Hunain, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan Shofwan 100 hewan ternak, kemudian beliau memberinya 100 dan menambah 100 lagi. Juga disebutkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberi Shofwan unta dan hewan ternak sepenuh lembah, lantas Shofwan berkata, “Aku bersaksi bahwa tidak ada orang yang sebaik ini melainkan dia adalah seorang Nabi.”



Dari Jabir, ia berkata, “Tidaklah Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam diminta sesuatu lalu beliau menjawab, “Tidak.” Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mengatakan pada Jabir, “Seandainya datang padaku harta, melainkan aku akan memberimu seukuran dua telapak tangan penuh seperti ini (beliau menyebutkan tiga kali). Beliau berkata, “Yaitu dengan dua telapak tangan semuanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)



Dalam hadits riwayat Muslim diperlihatkan bagaimanakah semangat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam berderma. Jika ada yang meminta sesuatu, pasti beliau shallallahu 'alaihi wa sallam akan memberinya. Maka ketika itu ada seseorang yang menghadap Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu beliau memberinya kambing yang ada di antara dua bukit. Lantas orang yang telah memperoleh kambing tadi kembali ke kaumnya dan berkata, “Wahai kaumku, masuklah Islam. Karena Muhammad kalau memberi sesuatu, ia sama sekali tidak khawatir akan jatuh miskin.”



Ibnu Rajab dalam Lathoif Al Ma'arif mengatakan, “Demikianlah kedermawanan Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam. Semuanya beliau lakukan ikhlas karena Allah dan ingin mengharapkan ridho-Nya. Beliau sedekahkan hartanya, bisa jadi kepada orang fakir, orang yang butuh, atau beliau infakkan di jalan Allah, atau beliau memberi untuk membuat hati orang lain tertarik pada Islam. Beliau mengeluarkan sedekah-sedekah tadi dan lebih mengutamakan dari diri beliau sendiri, padahal beliau sendiri butuh.. ... Sampai-sampai jika kita perhatikan bagaimana keadaan dapur beliau, satu atau dua bulan kadang tidak terdapat nyala api. Suatu waktu pula beliau shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menahan lapar dengan mengikat batu pada perutnya.” Lihatlah bagaimana kedermawanan beliau yang luar biasa meskipun dalam keadaan hidup yang pas-pasan? Bagaimana lagi dengan kita yang diberi keluasan harta?!



Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih banyak lagi melakukan kebaikan di bulan Ramadhan. Beliau memperbanyak sedekah, berbuat baik, membaca Al Qur’an, shalat, dzikir dan i’tikaf.” (Zaadul Ma'ad, 2/25)



Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar melakukan kebaikan. Kedermawanan (kebaikan) yang beliau lakukan lebih lagi di bulan Ramadhan yaitu ketika Jibril ‘alaihis salam menemui beliau. Jibril ‘alaihis salam datang menemui beliau pada setiap malam di bulan Ramadhan (untuk membacakan Al Qur'an) hingga Al Qur'an selesai dibacakan untuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Apabila Jibril ‘alaihi salam datang menemuinya, tatkala itu beliau adalah orang yang lebih cepat dalam kebaikan dari angin yang berhembus.” (HR. Bukhari dan Muslim)



Kenapa bisa sampai banyak berderma di bulan Ramadhan memiliki keutamaan?



Dengan banyak berderma seperti melalui memberi makan berbuka dan sedekah sunnah dibarengi dengan berpuasa, itulah jalan menuju surga. Sebagaimana disebutkan dalam hadits dari ‘Ali, ia berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya." Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, "Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?" Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: "Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari diwaktu manusia pada tidur." (HR. Tirmidzi, hasan). Semua amalan yang disebutkan dalam hadits ini terdapat pada amalan puasa di bulan Ramadhan. Karena di bulan Ramadhan kita diperintahkan untuk berkata yang baik, bersedekah dengan memberi makan dan shalat malam. Para ulama memisalkan, “Shalat malam itu mengantarkan kepada separuh jalan menuju kerajaan kebahagiaan. Puasa itu mengantarkan pada depan pintunya. Sedangkan sedekah memasukkan ia pada pintu bahagia.”



Hikmah lain dari bersedekah di bulan Ramadhan disebutkan oleh Ibnu Rajab. Beliau rahimahullah mengatakan dalam Lathoif, “Dalam puasa pastilah ada celah atau kekurangan. ... Sedekah itulah yang menutupi atau menambal kekurangan yang ada.” Oleh karena itu, di akhir Ramadhan kaum muslimin diwajibkan menunaikan zakat fithri dalam rangka untuk menambal kekurangan yang ada ketika melakukan puasa sebulan penuh.



Imam Asy Syafi'i juga menyebutkan faedah dari amalan banyak bersedekah di bulan Ramadhan. Beliau berkata, “Sesuatu yang paling disukai pada seseorang adalah ketika ia menambah amalan untuk banyak berderma di bulan Ramadhan. Hal ini ia lakukan dalam rangka mencontoh Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam dan juga karena kebutuhan orang banyak saat itu sehingga mereka mendapatkan kemaslahatan. Ada sebagian orang sibuk dengan puasa dan shalat sehingga sulit untuk mencari nafkah.” (Dinukil dari Lathoif Al Ma'arif)



Semoga dengan motivasi kisah di atas semakin membuat kita gemar berderma dan beramal sholeh di bulan Ramadhan. Ingatlah sabda Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam, “Sedekah tidak mungkin mengurangi harta.” (HR. Muslim). Wallahu waliyyut taufiq. (*)







www.rumaysho.com





--------------------------------------------------------------------------------

foto Jogjakarta sewaktu fajar menyingsing......

Jumat, Juni 03, 2011

~ Bersemilah Ramadhan ~


Bismillah.


Subhanallah….hari ini tanggal 1 Rejab 1432H,


insya ALLAH Ramadhan semakin mendekat........


Semoga kita semua dipertemukan dengan


bulan Ramadhan tahun ini.......insya Allah. Amin.




Bersemilah Ramadhan.....


Wahai Engkau yang tidak cukup melakukan dosa


pada (bulan) Rajab ...




Lalu Engkau sambung kembali pada bulan Sya'ban...




Telah datang bulan puasa kepadamu setelah


keduanya ...




Janganlah engkau jadikan lagi bulan itu bulan dosa ...




Bacalah Al-Qur'an dan bersugguhlah dalam bertasbih ...




Karena bulan itu bulan Al-Qur'an dan tasbih ...




Berapa banyak yang engkau kenal mereka yang berpuasa ...




Dari keluarga, tetangga dan saudara ...




Mereka telah dimusnahkan oleh kematian, menyisakan dirimu ...




Alangkah dekatnya yang sekarang dengan yang terdahulu .....


Ustaz Armen Halim Naro Rahimullah


Lungsuri www.kajian.net


_______________________


foto dari kamar Novotel Hotel Solo....jam 6.13 pagi.....
Bismillah....



Dari semalam badan ini demam kerana selsema. Alhamdulillah hari ini beransur pulih, hanya tersisir selsema. Dalam situasi badan begini maka minuman yang paling digemari adalah tea 'o madu hangat-hangat. Pagi tadi buah hati sudah ke sekolah, apa yang harus dimasak untuk hari ini dengan badan yang masih lemah. Maka menu hari ini amat ringkas nasi ayam, sayur chay choy dan ayam madu. Hari ini saya berkongsi resepi ayam madu yang amat digemari keluarga dan tetamu kami.


~ Ayam madu ~

1 Ekor ayam - dipotong mengikut size yang disukai dan dicuci bersih....


boleh jugak kalau kepak ayam sahaja...


Bahan untuk dikisar/ditumbuk....


5 ulas bawang putih


2 inchi halia muda/jahe


*halia muda lebih baik kerna nanti tidak beserabut.....


Bahan lain....


Sos tiram


Kicap masin


Madu


Kesemua bahan yang dikisar/ditumbuk campurkan dengan sos tiram, kicap masin dan madu....disebatikan untuk marinate ayam.....lalu diperapkan.....


Cara memasak....


Panaskan minyak yang banyak *deep fry.....api sederhana kerna ayam ini menggunakan kicap...bawang putih dan madu mudah untuk menghitam dan akan meninggalkan rasa pahit....


Alhamdulillah ini citarasa keluarga kami.....ringkas tapi boleh berbekas dihati buah hati.....sewaktu pulang sekolah.....buah hati makan dengan berselera dan yang menyenangkan hati ini bila ucapan terima kasih dan pujian dari mereka.....

Selasa, Mei 03, 2011

~ Donasi Pembangunan 2 Masjid di Gunung Kidul ~

Masjid Al Ikhlas yang Ingin Diperluas (Tampak Luar)

 
Masjid Al Ikhlas yang Ingin Diperluas (Tampak Dalam)


Masjid Al Muttaqin Tampak Depan



Masjid Al Muttaqin Tampak Dalam




Donasi Pembangunan 2 Masjid di Gunung Kidul




Rabu, 20 April 2011 09:30
Muhammad Abduh Tuasikal
Pusat Informasi


Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala aalihi wa shohbihi ajma’in.


Berkat karunia Allah, dakwah di desa kami dan sekitarnya semakin berkembang. Ritual keagamaan yang tidak diajarkan dalam Islam semakin lama semakin ditinggalkan. Itu semua berkat karunia dan taufik dari Allah. Suasana masjid pun semakin sesak dengan para jama’ah yang sudah mulai sadar akan hakikat hidup sebenarnya yaitu untuk beribadah pada Allah. Karena semakin sesaknya masjid, sebagian masjid dari 7 masjid yang kami kelola butuh untuk diperluas dan yang lainnya butuh untuk diperbaiki karena kondisi fisiknya yang sudah tidak layak.


Pada kesempatan kali ini kami menawarkan pada para jama’ah yang memiliki kelebihan rizki untuk bisa membantu dalam pembangunan 2 masjid (Masjid Al Muttaqin dan Masjid Al Ikhlas) di desa kami yang membutuhkan dana total sekitar Rp. 50.000.000,-. Moga dengan pembangunan dua masjid ini semakin memudahkan dakwah di tempat kami, di daerah pedalaman Gunung Kidul yang di mana dakwah agama lain sudah ikut merambah (seperti dari umat Kristiani dan umat Budha).


Bagi yang ingin berpartisipasi, silakan mentransfer dananya ke rekening berikut:


Rekening BCA KCP Kaliurang atas nama Muhammad Abduh Tuasikal: 8610123881


Rekening BNI Syariah atas nama Sdr Muhammad Abduh Tuasikal: 0194475165


Setelah mengirimkan donasi, silakan mengkonfirmasi ulang ke 0815 680 7937 (via SMS) dengan mengetik nama donatur (jika ingin disebut), besar dana, rekening tujuan, tanggal transfer, keperluan donasi.


Contoh: Hamba Allah#Rp.2.000.000#BCA#19 April 2011#pembangunan masjid.


Donasi ini berlaku mulai 19 April 2011 sampai dengan 27 Juni 2011.


Allah Ta’ala berfirman,
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ


“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 261)


Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ


“Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim, dari Abu Hurairah)


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا يَبْتَغِى بِهِ وَجْهَ اللَّهِ ، بَنَى اللَّهُ لَهُ مِثْلَهُ فِى الْجَنَّةِ


“Barangsiapa yang membangun masjid (karena ingin mengharap wajah Allah), Allah akan membangunkan bangunan yang semisalnya di surga.” (HR. Bukhari dan Muslim, dari ‘Utsman bin ‘Affan)




Laporan Donasi Pembangunan 2 Masjid di Desa Girisekar, Panggang,Gunung Kidul




1.20/4/2011 Hamba Allah (0878830 ***) Rp.100.000 (via BCA)


2.20/4/2011 Hamba Allah (08190594 ***) Rp.100.000 (via BCA)


3.20/4/2011 Hamba Allah (08119780 ***) Rp.750.000 (via BCA)


4.20/4/2011 Ummu Fathia (via BBM) Rp.500.000 (via BCA)


5.20/4/2011 Hamba Allah (0815897 ***) Rp.500.000 (via BCA)


6.20/4/2011 Achsan Hamzah (08138074 ***) Rp.1.000.000 (via BNI Syariah)


7.20/4/2011 Hamba Allah (08132809 ***) Rp.200.000 (via BCA)


Total Donasi per 20/4/2011 = Rp.3.150.000


8.21/4/2011 Ummu Davin (via BBM) Rp.500.000 (via BCA)


9.21/4/2011 Hamba Allah (08175111 ***) Rp.100.000 (via BCA)


10.21/4/2011 Hamba Allah (08981441 ***) Rp.300.000 (via BCA)


11.21/4/2011 Hamba Allah (081317424 ***) Rp.1.000.000 (via BNI Syariah)


12.21/4/2011 Tasmini (alm) (085213033 ***) Rp.1.000.000 (via BCA)


13.21/4/2011 Hamba Allah (0878816 ***) Rp.75.000 (via BCA)


14.21/4/2011 Ummu Anditya (via BBM) Rp.1.000.000 (via BNI Syariah)


15.21/4/2011 Hamba Allah (08115797 ***) Rp.500.737 (via BCA)


16.21/4/2011 Hamba Allah (08581405 ***) Rp.25.000 (via BCA)


17.21/4/2011 Tinni Hendartini (08159270 ***) Rp.700.000 (via BCA)


18.21/4/2011 Abdullah (08524534 ***) Rp.100.000 (via BCA)


19.21/4/2011 Hamba Allah (087861221 ***) Rp.25.000 (via BCA)


Total Donasi per 21/4/2011 = Rp.8.475.737


20.22/4/2011 Rizkon Robbi (081588722 ***) Rp.200.000 (via BCA)


21.22/4/2011 Hamba Allah (0856233 ***) Rp.500.000 (via BCA)


22.22/4/2011 Sundari S Jakarta (0817989 ***) Rp.250.000 (via BCA)


23.22/4/2011 Hamba Allah (081380060 ***) Rp.100.000 (via BCA)


24.22/4/2011 Hamba Allah (082114937 ***) Rp.2.500.000 (via BCA)


25.22/4/2011 Hamba Allah (03170635 ***) Rp.500.000 (via BCA)


26.22/4/2011 Linda Assegaf (08128507 ***) Rp.100.000 (via BCA)


Total Donasi per 22/4/2011 = Rp.12.625.737


27.23/4/2011 Hamba Allah (08161933 ***) Rp.200.000 (via BCA)


28.23/4/2011 Hamba Allah (0817758 ***) Rp.100.000 (via BNI Syariah)


29.23/4/2011 Ikhwan Bandung (081511233 ***) Rp.2.000.000 (via BNI Syariah)


30.23/4/2011 Hamba Allah (081515324 ***) Rp.1.000.000 (via BNI Syariah)


31.23/4/2011 Hamba Allah (0811157 ***) Rp.2.o00.000 (via BCA)


32.23/4/2011 Haryogo Pamungkas (via BBM) Rp.500.000 (via BNI Syariah)


33.23/4/2011 Rini Ummu Afif (via BBM) Rp.500.000 (via BNI Syariah)


34.23/4/2011 Ria Fityani (via BBM) Rp.100.000 (via BCA)


35.23/4/2011 Hamba Allah (081805039 ***) Rp.20.000 (via BCA)


36.23/4/2011 Hamba Allah – Jamaah Bali (08175599 ***) Rp.100.000 (via BCA)


37.23/4/2011 Hamba Allah (081939690 ***) Rp.50.000 (via BCA)


Total Donasi per 23/4/2011 = Rp.19.195.737


38.24/4/2011 Slamet Mbali-GK Rp.10.000 (langsung)


39.24/4/2011 Yayuk Y Ummu Ananda (08128371 ***) Rp.1.000.000 (via BCA)


40.24/4/2011 Yuri Zagloel (08118795 ***) Rp.1.000.000 (via BCA)


41.24/4/2011 Ranti-Thomas-Arnaldo (08182012 ***) Rp.1.000.000 (via BCA)


42.24/4/2011 Hamba Allah di Jakarta (08136636 ***) Rp.75.000 (via BCA)


43.24/4/2011 Hamba Allah (0813987014 ***) Rp.50.000 (via BCA)


44.24/4/2011 Hamba Allah (081254244 ***) Rp.300.000 (via BCA)


45.24/4/2011 Nevi Harlina (0818074911 ***) Rp.300.000 (via BNI Syariah)


46.24/4/2011 Hamba Allah (08161995 ***) Rp.100.000 (via BCA)


47.24/4/2011 Abdullah (08153785 ***) Rp.1.000.000 (via BCA)


Total Donasi per 24/4/2011 (pukul 14.00 WIB) = Rp.24.030.737


Laporan Penyerahan Donasi


1.24/04/2011 (19.30 WIB) Penyerahan dana I untuk Masjid Al Muttaqin Pucang = Rp.10.010.000


Semoga Allah berkahi rizki bapak/ibu sekalian.


Koordinator Takmir Masjid Desa Girisekar


Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, D.I. Yogyakarta


Muhammad Abduh Tuasikal


http://www.rumaysho.com/








Kamis, April 07, 2011


“Bakar” Perahu Anda.


Kiat ini sebetulnya diinspirasi dari kisah Thoriq bin Ziyad, salah seorang pahlawan Islam. Setelah beliau menyeberangi selat Gibraltar bersama pasukannya untuk menyerang kekaisaran Romawi, beliau baru tahu bahwa pasukan lawan yang akan di hadapannya jumlahnya lebih besar dan persenjataannya lebih canggih. Lalu apa yang beliau lakukan waktu itu? Ada dua pilihan, mundur atau tetap maju menyerang. Beliau memilih untuk tetap pada rencana awal yaitutu menyerang. Untuk memperteguh tekadnya, beliau lalu membakar perahu-perahu pasukannya sendiri, sehingga tidak bisa pulang kecuali setelah mengalahkan pasukan lawan. Tindakar membakar perahu merupakan kiat beliau agar tidak tergoda dengan ada pihan lain kecuali menyerang.


Kiat ini dapat digunakan oleh kita untuk konsisten terhadap rencana yang telah dibuat. Buat rencana dan yakini bahwa hanya satu pilihan untuk bertindak, yaitu melaksanakan rencana. Seringkali kita gagal melaksanakan rencana karena tergoda dengan pilihan-pilihan lain yang biasanya lebih enak dan ringan.


Oleh karena itu “bakar” pilihan-pilihan itu di dalam benak Anda. Bahkan dalam hal tertentu kita dapat “membakar” pilihan-pilihan lain tersebut bukan saja di dalam benak kita, akan tetapi dalam realita. Misalnya, agar tidak malas belajar, pindahkan televisi atau komputer internet dari tempat yang mudah kita akses (misalnya dari ruang keluarga ke kamar ortu), sehingga kita tidak tergoda untuk dengan mudah menonton televisi atau bermain komputer. Contoh lain, agar kita tidak keluyuran setelah pulang kuliah, bawa uang pas-pasan saja hanya untuk pulang, sehingga tidak bisa lagi keluyuran yang memakan biaya lebih. Ada seorang sahabat Rasulullah saw yang pernah tergoda dengan keindahan kebunnya, sehingga terlambat sholat Ashar berjamaah di masjid. Apa yang dilakukannya agar tidak mengulangi kesalahannya? Ia menginfakkan kebunnya agar ia tidak punya pilihan lain kecuali sholat Ashar pada waktunya


________________________
sebahagian dari tulisan....
Cara Bersemangat dan Berpikir Positif

(Satria Hadi Lubis)

Mentor Kehidupan


http://id.wordpress.com/tag/dari-eramuslim-com/


foto dirakamkan di Pulau Langkawi Malaysia.....