Di Telaga.......Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,"Telagaku itu sepanjang perjalanan sebulan dan sudut-sudutnya sama. Airnya lebih putih dari susu, aromanya lebih harum dari kasturi, dan pundi-pundinya bagai bintang-bintang di langit. Siapa yang minum dari telaga itu tidak akan haus selamanya." (HR. Bukhari-Muslim)
Rabu, Januari 27, 2010
Villa Terra Jogja....tanggal 24 Jan2010
Villa Terra hadiah untuk buat buah hati atas pepindahan pondok......semua yang di kirim oleh buah hati....Alhamdulillah udah disiapkan bersama itu masakkan dari tangan ana......penat tapi bahagia......
Sampai bandara Changi seperti biasa setelah menimbang berat barang dan berpesan pada putri2 yang tidak ikut ke Jogja kerna Nusaibah sekolah....
Kami pun beratur untuk menggambil boarding pass....sampai di depan kounter di katakan pada kami..<< udah terlambat kami tertinggal pesawat>> Subhanallah waktu itu sepertinya tidak kedengaran
dalam hati mungkin tersilap memang benar ramai yang beratur ternyata mereka ke Jakarta....tapi masih ada waktu lagi.....hanya pegawai yang bertugas bersikap nggak peduli......terbayang Mundzir & Irfan pasti kecewa.....sepertinya setiap kali kami datang berjumpa dengan mereka.....pasti waktu sarapan buah hati makan sedikit kerna mereka menunggu makanan dari ana......masakkan uminya.....
Ternyata atas kecuaian pegawai.....kami berlima terlepas pesawat......uang nggak mahu dikembalikan....bersama kami ada pasangan warga inggeris dan seorang lelaki cina warga Indonesia.....maka terjadilah perang mulut......kami memberi laluan pada warga inggeris untuk membantah lagian isterinya itu amat marah.....habis seluruh pelawat bandara memfokuskan pada kami.....kerna wanita itu bicara dengan suara yang tinggi.....maka tertunduklah pegawai itu......digantikan kita tiket keesokkan hari.....
Pulanglah kami.....sibuk menalipon pada villa.....Abu Shalih yang akan membawa buah hati ke Villa.......sedih gitu tapi sudah ditakdirkan Allah. Ana buka kembali facebook yang sebelum pergi meninggalkan do'a safar......ramai teman yang mendo'akan......lantas ana tulis didinding tertinggal pesawat......ramai yang memberi kata-kata yang menghiburkan hati......Keesokkan hari kami datang lagi ke bandara....Alhamdulillah kami di pesawat.....sampai di Bandara Yogja....kami disambut oleh pemandu villa......sesampai di villa.....ana sibuk menyiapkan makanan kerna tetamu dan buah hati dari Solo makan siang di villa.......ana sempat berpesan pada Ummu Shalih untuk membawa nasi putih kerna tuan rumah hanya bawa lauk-pauk......
Rendang sapi, ikan belado, sambal goreng, ayam bakar masakkan kegemaran buah hati......Pesanan roti yang beraneka jenis dari Mundzir disertakan kaya dan jam strawberrry.......roti tawar gardenia, roti rasin, roti chocolate, roti strawberry, roti apple, twiggies chocolate, twiggies vanilla.....rasanya tiada yang tertinggal.......
Sesampai di villa seperti biasa gembira melihat mereka sihat Alhamdulillah......kelihatan penat diwajah Mundzir......mungkin kerna tidak dapat tidur yang nyaman setelah kami terlepas pesawat...
Selepas makan siang dengan nasi putih yang paling enak dibawa oleh Ummu Shalih.....mana mungkin nggak enak.....bayangkan kalau makan tanpa nasi.....setelah makan anak-anak berenang......ikhwan semua keluar kerna ada urusan di mantan pondok buah hati......hanya Ummu Shalih bersama anak2 nya, Mundzir dan ana......seperti biasa obrolan umm.....mengenai buah hati.....sambil melihat anak2 berenang......Mundzir mula makan semua makanan tiada hentinya.....sesampai perutnya sakit kerna terlalu banyak makan.....
Selepas maghrib baru pulang ikhwan.....duduk minuman panas berserta obrolan.....lantas lepas isyak....Abu Shalih sekeluarga meminta diri untuk pulang.....Setelah tetamu pulang.....kami santai dan obrolan dengan buah hati.....ana tatap wajah mereka dan diselang-seli dengan deraian ketawa bercerita tentang teman dan ustaz mereka di pondok.......
Melihat buah hati tidur.....rasa bersyukur kepada Allah diberi kenikmatan dunia......rasa rindu pada mereka terubat.....Subhanallah betapa kadang kita tidak hargai setiap detik kita bersama buah hati......
Malam yang sepi tapi mata belum puas melihat mereka......lantas tertidur juggak kerna kepenatan dari kemarin di singapore sibuk memanjang....menyiapkan barang yang harus dibawa dan makanan untuk buah hati yang tinggal di singapore......
Mundzir bangun awal pagi.....sepertinya dia di pondok....sebelum subuh udah siap untuk solat.....selepas solat......sarapan pagi.....pagi ini pihak villa yang menyiapkan sarapan.....
Setelah sarapan Mundzir berenang di kolam renang yang privasi di villa......setiap villa mempunyai kolam renang......atas kemudahan ini abinya memilih villa ini.....Berenang bersama abinya......keluarga ana emang gemar berenang......diajar abinya berbagai cara......adegan lucu-lucu....membuat hati senang sekali......
Irfan......hanya santai di villa kerna umurnya yang udah remaja.....lebih suka berenang bersama teman......lagian waktu pepindahan pondok Irfan tidak berapa sihat.....waktu di villa digunakan untuk menggembalikan kesihatan nya......obrolan dengan ana.......bercerita tentang teman dan sekali meminta pendapat......kami bertukar cerita......mesra sekali.....rasanya terubat rindu.....
Jadwal kami kali ini emang padat.....oleh itu kami minta jasa baik Toko Ihya dengan bantuan Akhi Nurman untuk menghantar barang titipan dari toko.....beberapa buku dan kurma ajwa.....ke villa kami.....Villa Terra ini dekat dengan malioboro tapi situasinya agak terpencil kerna mereka yang datang ke sini selalunya sesat.....kerna tidak ada papan tanda diluar.....pemiliknya mahukan privasi untuk pengguna villa.....Alhamdulillah....sampai barang titipan.....ke villa.....
Selepas zohor.....kami menghantar buah hati pulang ke pondok.....sebelumnya berhenti di warung makan untuk makan siang dan membeli makanan untuk teman-teman mereka.....
Mundzir setiap kali makan akan makan sedikit yang lain mahu dibungkuskan untuk temannya.....ana beritahu makan sahaja.....yang baru nanti dibeli untuk teman-teman.....rasanya begitulah anak2 pondok selalu ingin temannya merasa apa yang dia rasakan......Subhanallah.....begitu prihatin dengan teman......
Sesampai di pondok seperti biasa Irfan akan bersalaman dengan kami dan berpelukan....tapi dengan rasa malu dilihat santri lain.....udah gede gitu.....lantas ke kamarnya.......Mundzir dihantar kami ke dalam kamar.....susun barang dikelilingi teman...... salam dan berpelukan dengan kami......lantas abinya ke kantor dan ana menunggu di kantor akhwat sehingga abi sms ana.......langsung pulang.....ke villa di Jogja.....Sewaktu menghantar buah hati ke pondok tidak ana bicara yang banyak kerna sewaktu di villa udah kami bicara dari hati ke hati.....waktu di pondok diambil ringkas kerna nanti bisa emosi.....nggak ana mahu berpisah dengan buah hati dengan tangisan.....Sesungguhnya ana titipkan mereka pada Rabb......
Tanggal 26 Jan......kami pulang ke singapore......sehingga di izin Allah kami berjumpa lagi dengan buah hati......safar selanjutnya.......
Jazakumullahu khairon .......
Abu Shalih Sekeluarga.....
Pak Iryanto......pemandu kami sewaktu kami safar
Akhi Nurman dari toko ihya.......
..
Kamis, Agustus 27, 2009
Bersemilah Ramadhan
Bersemilah Ramadhan.....
Wahai Engkau yang tidak cukup melakukan dosa
pada (bulan) Rajab ...
Lalu Engkau sambung kembali pada bulan Sya'ban...
Telah datang bulan puasa kepadamu setelah keduanya ...
Janganlah engkau jadikan lagi bulan itu bulan dosa ...
Bacalah Al-Qur'an dan bersugguhlah dalam bertasbih ...
Karena bulan itu bulan Al-Qur'an dan tasbih ...
Berapa banyak yang engkau kenal mereka yang berpuasa ...
Dari keluarga, tetangga dan saudara ...
Mereka telah dimusnahkan oleh kematian, menyisakan dirimu ...
Alangkah dekatnya yang sekarang dengan yang terdahulu .....
Ustaz Armen Halim Naro Rahimullah
Lungsuri www.kajian.net
Rabu, Agustus 26, 2009
Buhul Cinta
Cinta adalah air kehidupan bahkan ia
adalah rahasia kehidupan...
Cinta adalah kelezatan ruh bahkan ia
adalah ruh kehidupan...
Dengan cinta menjadi terang semua kegelapan...
Dengan cinta akan cerah alam kemanusiaan...
Dengan cinta akan bersemi perasaan...dan dengan cinta akan jernih
segala pikiran...
Karena cinta, semua kesalahan akan dimaafkan...Karena cinta, semua kelalaian
akan diampunkan...
Karena cinta, akan dibesarkan arti kebaikan...
Tidakkah Anda melihat rusa betina mendekatkan diri
kepada pejantannya?!
Tidakkah tanah yang tandus merindukan curahan hujan?!
Tidakkah Anda melihat alam gembira menyambut kedatangan musim semi?!
Itu semua atas nama cinta...Ya atas nama cinta!
Sekiranya lautan mempunyai pantai dan sekiranya sungai
mempunyai muara...
Dan sekiranya jalan punya tapal batasnya...
Maka lautan cinta tidak berpantai dan sungai cinta tidak bermuara...
serta jalan cinta tidak terbatas...
Ustaz Armen Halim Naro Rahimullah.
Lungsuri kajian: www.kajian.net
Selasa, Agustus 11, 2009
Wahai Anakku, Kami Menginginkan Pahala Itu....
Kategori Ibu dan Anak, Ilmu, Keluarga by Ummu Raihanah http://www.jilbab.or.id/
Ya Bunayya,..engkau buah hati kami. Padamu tergantung masa depan kami. Dunia kami dan akhirat kami. Hilang letih dan lelah kami ketika melihat engkau beranjak dewasa tumbuh dengan akhlak mulia. Wahai anakku,… engkau hidup di penghujung zaman yang semakin banyak kerusakan dan fitnah yang menyambar setiap detik nafasmu. Jikalah tidak engkau bergantung pada Zat Yang Maha Kuat dan Kuasa pada siapa lagi engkau kan berlari.
Kami tidak perduli melihat para orang tua yang sibuk memilih dunia untuk belahan jiwa mereka. Yang berkorban dengan apa saja agar anak-anaknya berhasil meraih pangkat dan kedudukan di hati manusia. Yang bila mana kami lupa memanggil anaknya dengan nama biasa, maka mereka akan segera tergesa-gesa meralat,.. maaf anak kami adalah seorang dokter panggillah nama depannya dengan jabatannya.
Duhai penyejuk hati yang gundah,… kami menginginkan dunia hanya sebagai bekal untukmu menuju akhirat yang abadi. Karena itu kami tidak kecewa bila mendapati nilai C pada matematikamu atau fisikamu. Tetapi sungguh kami akan menangis dan berduka bila engkau lalai pada perintah Rabbmu.
Duhai penyejuk mata,…. di hari yang semakin mendekati kepunahan. Tak lelah kami mendidikmu dengan Al-Qur’an. Betapa engkau sangat kami inginkan menjadi penghafal dan pengamal Al Qur’an. Siang malam kami bersabar dan tak kecewa membetulkan bacaanmu yang yang tertatih-tatih dan terlupa dari satu ayat Al-Qur’an.
Demikian pula doa senantiasa kami panjatkan untuk kalian agar Allah memberi kemudahan.
Untukmu bunayya,… bersabarlah di hari yang sulit ini. Sungguh engkau akan menikmati jerih payahmu
ketika dewasa nanti.Janganlah engkau lupakan kami dalam doamu .Semoga Allah di kemudian hari, memberi kelapangan pada kubur kami yang sempit nanti.
Ya bunayya,…. engkau pasti kan bertanya, mengapa orang tua kami melakukan hal ini untuk kami? Jawabnya,… karena ia adalah suatu kebiasaan yang telah di wariskan oleh para pendahulu kita(salafus shalih).
Begitu pula telah kami dapati dalam ucapan Nabimu yang mulia shalallahu alaihi wassalam diriwayatkan dari Buraidah bin Hushaib radhiyallahu anhu ia berkata: “Pernah ketika aku sedang berada di sisi Rasulullah shalallahu alaihi wassalam maka aku pernah mendengar beliau bersabda,
“Al-Qur’an itu akan menemui ahlinya pada hari kiamat ketika kubur telah terbelah seperti seorang laki-laki yang berwajah putih berseri. Ia berkata pada laki-laki tadi,”Apakah kamu mengenaliku?” dia menjawab,”Aku tidak mengenalimu” Ia berkata,”Aku adalah temanmu, Al-Qur’an yang dulu selalu membuat kering tenggorokanmu di siang hari dan begadang di malam hari. Dan setiap pedagang tentulah mengharapkan keuntungan dari barang dagangannya, dan kamu pada hari ini mendapatkan keuntungan dari usahamu.”Kemudian di berikan untuknya kerajaan di tangan kanannya dan keabadian (surga) ditangan kirinya, di letakkan mahkota kebesaran di kepalanya, dan dikenakan bagi kedua orangtuanya dua pakaian (teramat indah) yang belum pernah dikenakan oleh penduduk bumi. Keduanya berkata: ”Dengan amalan apa kami bisa memperoleh pakaian seperti ini?” Dikatakan: “Dengan (kesabaran)mu dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anakmu” Kemudian diperintahkan kepadanya, Bacalah (Al-Qur’an) dan naikilah tangga-tangga surga dan masuklah ke kamar-kamarnya” Maka dia terus naik (derajatnya) selama dia membacanya dengan cepat atau dengan cara tartil (perlahan-lahan)” (HR. Ahmad)1
Dan juga dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu yang marfu’ (sampai) kepada Nabi shalallahu alaihi wassalam beliau bersabda,
“…. dan dikenakan kepada kedua orangtuanya dua pakaian indah yang tidak bisa dinilai dengan dunia dan seisinya. Keduanya berkata, “Ya Rabb, Bagaimana kami bisa mendapatkan balasan seperti ini !! dikatakan :”Dengan mendidik Al-Qur’an kepada anak-anakmu” (HR. Ath-Thabrani).2
Wahai bunayya,.. betapa kami menginginkan pahala itu. Kami-pun menyadari tidaklah mudah untuk mendapatkannya. Karena memang segala sesuatu harus diraih dengan kerja keras yang gigih dan kesabaran yang tak bertepi. Lelah dan letih kami akan di hargai-Nya karena Allah Yang Maha Mulia telah berfirman:
“Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya (39) dan bahwasanya usahanya itu kelak akan di perlihatkan kepadanya (40) Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna” (41). (An-Najm :39-41).
Sungguh kami yakin wahai bunayya,… jika sekiranya para orangtua mengetahui keutamaan dan kedudukan yang tinggi di sisi-Nya karena mengajarkan Al-Qur’an pada buah hati mereka, niscaya mereka akan berlomba-lomba untuk mengajarkan anak-anaknya Al-Qur’an, membimbing mereka untuk selalu membaca, menghayati maknanya dan mengamalkannya dalam kehidupan yang fana ini.
Sumber bacaan :
Tafsir Ibnu katsir jilid 9 , Pustaka Imam ASy-Syafi’i, Jakarta, 2008.
Keagungan Al-Qur’an Al-karim, Syaikh Mahmud Al Dosari, Maktabah Darus salam, Riyadh, 2006.
Murajaah oleh : Ustadz Eko Hariyanto Lc(Abu Ziyad)
Hadits riwayat Ahmad dalam kitab Al-Musnad,
5/238 [↩]
Hadits riwayat Ath-Thabrani dalam kitab Al Ausath, 6/51, hadits no.5764. Syaikh Al-Bani menyebutkan hadits ini dalam kitab Silsilah Hadits Shahih, 6/792, hadits no.2829. [↩]
_________________________________________________________________________________
2009....
Ya bunayya......
Muhammad Mundzir Bin Zakir
Belajarlah dia bertemankan Al-Qur'an dan Qalam Allah
Belajarlah dia berjemaah di masjid bersama teman dan ustaz
Belajarlah dia berbicara dalam bahasa Indonesia dan Arab
Belajarlah dia bermain yang baik dengan teman-temanya
Belajarlah dia berteman kan kasur dan teman-teman di waktu malam
Belajarlah dia beristirehat dan merawat dirinya sendiri waktu sakit
Belajarlah dia berbagai-bagai makanan pondok yang asing untuk nya
Sesungguhnya mendengar suaranya yang ceria serta cerita-cerita yang lucu membuat hati yang rindu terhibur....
Sesungguhnya seusia tujuh tahun dengan kemahuan sendiri dan mandiri yang tinggi.....belajarlah dia di pondok....Pondok Pesantren Imam Bukhari Solo.....
Alhamdulillah Irfan putra yang sulung belajar di pondok yang sama....
Maka diamanahkan Irfan untuk menjaga adiknya.....
"Ya Rabb-ku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha-mendengar do'a."(QS. Ali 'Imran:38)
___________________________________________________________________
2011....
Alhamdulillah Mundzir pulang setelah 1an tahun di bumi Indonesia....Mundzir diusul pulang untuk menemani putri kami yang bongsu.....sewaktu ketiga-tiga buah hati di pondok.....putri terlalu sedih dan sunyi....dari awal menghantar mereka belajar di sana....kami rencana untuk mencari rumah dekat dengan pondok tapi tidak dipermudahkan.....maka buah hati pulang belajar Mahad di Malaysia bersama kami di Johor Bahru....dan Irfan menggambil cuti dari pondok untuk menggambil peperiksaan GCE 'O' Level di Singapore....
mereka pulang kerna kami mahu meraih.....”Dengan mendidik Al-Qur’an kepada anak-anakmu”
Semoga Allah mengistiqomahkan kami diatas jalanNya....insya Allah. Aamiin...
Langganan:
Komentar (Atom)


