Laman

Rabu, November 24, 2010

Hijrah.....



Bismillah....

Afwan ukhty fillaah......nulisan di blog direhatkan seketika kerna sedang sibuk packing untuk pindah rumah.....ke Johor Bahru.....tanggal 27 Nov.....bersambung insya Allah apabila internet bisa berfungsi di rumah baru.....^_*
Semoga dipermudahkan Allah penghijrahan kami sekeluarga....Insya Allah. Amin.

Sabtu, Oktober 23, 2010

~ Ikan Pindang ~

~ Ikan pindang ~



Kemarin sore mendapat tag resep dari Ummu Hanin Ikan Pindang Serani…..ana juggak secara kebetulan menu malam adalah ikan pindang…..kerna paginya udah makan nasi lemak yang dibeli oleh zauji untuk Mundzir di pusat makan Changi….kegerai yang Mundzir rindukan sewaktu di pondok……dipikir kerna udah berlemak di siang hari dan mahu kan yang ringgan dan satu jenis lauk saja……



 Ikan Pindang


3 Ekor Ikan selar / kembong di cuci bersih dan dibumbu kunyit serbuk serta sedikit garam lantas digoreng sehingga garing….

Bahan untuk dihiris…


1 biji bawang besar

2 biji bawang putih


1 biji lada merah


1 biji lada hijau


Sedikit kunyit hidup


Bahan lain


Serai dititik…

3 biji tomato


Air asam jawa….sekitar ½ cawan ….


Cara-caranya…

Panaskan minyak dan tumis semua bahan yang dihiris…..sehingga layu kemudian masukkan air asam jawa mengikut berapa masam yang kita suka…..bagi ana sekitar setengah cawan air…..untuk kuah nya masukkan air…..bila udah mendidih masukkan ikan dan tomato langsung matikan api…..bagi ana tomato tidak perlu dimasak lama…..kerna lebih segar…..ini selera keluarga kami…..citarasa buah hati......untuk menambah pedas boleh juggak ditambahkan cabe rawit (cili padi)......

Selasa, Oktober 19, 2010

Kari Ayam....





Alhamdulillah dihadirkan resepi kari ayam kesukaan buah hati.....Kari ayam selalunya dimasak agak banyak kerna untuk dimakan bersama nasi dan esoknya menjadi sarapan.....dimakan bersama prata/roti canai....yang amat penting mendapatkan kari ayam yang enak adalah waktu menumis bumbu.....biasa kita mendengar kari yang sudah beberapa hari lagi sedap.....itu kerna hari pertama memasak bumbu nya tidak dimasak garing.....jadi perlu kesabaran untuk memasak.....biar lambat tapi kan hasilnya sedap.....kuah kari ayam terpulang pada yang memasaknya.....mahu kan pekat maka kurangkan air......untuk yang suka agak banyak kuah ditambahkan air....Afwan ana masak mengikut citarasa keluarga ana....yang penting bisa mengukirkan senyuman pada buah hati dan ucapan Jazakillahu khairon katsiran dari zauji dan buah hati....^_^

Kari Ayam....

 1 ekor ayam

Bahan untuk dikisar..

15 batang lada kering yang dimasak diatas api sekejap....
 4  bawang besar
 5  bawang putih
 1  inchi halia/jahe
 1  batang serai
 5  daun kari

Bahan lain...

 4 sudu besar rempah kari Babas
 1 biji kelapa diambil santannya
 4 buah tomato
 6 biji kentang
 1 tin kecil tomato puree

Setelah selesai kisar halus bahan2 masukkan rempah kari 4 sudu besar/senduk besar dan diaduk....

Cara-caranya....

Tumis dengan minyak daun kari, serai dan kayu manis n temannya....he3
Kemudian masukkan bahan yang telah dikisar halus,rempah kari dan tomato puree tumis sehingga garing....
Setelah garing masukkan santan, kentang dan ayam.....ditambahkan air secukupnya....
Apabila sudah empuk ayamnya dan kentang sebelum api ditutup masukkan tomato....



Dengan api sederhana tumis bumbu dengan minyak dan sesekali apabila agak kering dimasukkan air sedikit dan tumis lagi....sehingga benar2 garing....masukkan santan.....dan air.....serta ayam dan kentang.....terakhir tomato....


Alhamdulillah....buah hati menikmati kari ayam ini terutama Mundzir yang baru pulang pondok....tiada henti2 memuji "Ummi jazakillahu khairon katsiran...memang sedapp...ada lagi kan untuk esok...." selesai menikmati kari ayam diingatkan bahwa Abang Irfan dan Kakak Zakirah di pondok....selalunya sewaktu mereka pulang ummi nya tiada henti masakkan permintaan mereka.....Nov ini rempah kari Babas akan dibawa ke Solo....insya Allah....agar bisa daging korban masak kari....^_^

Rabu, September 29, 2010

~ Diluaskan dan Disempitkan Rizki ~

Selasa, 28 September 2010 22:00
Muhammad Abduh Tuasikal Belajar Islam - Tafsir Al Qur'an .
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Risalah berikut akan sedikit berbicara tentang masalah rizki. Nasehat ini pun tidak perlu jauh-jauh ditujukan pada orang lain. Sebenarnya yang lebih pantas adalah nasehat ini ditujukan pada diri kami sendiri supaya selalu bisa ridho dengan takdir ilahi dalam hal rizki.


Ayat yang patut direnungkan adalah firman Allah Ta’ala,


فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ (15) وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ (16)


“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu Dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka Dia akan berkata: "Tuhanku telah memuliakanku". Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka Dia berkata: "Tuhanku menghinakanku". (QS. Al Fajr: 15-16)


Penjelasan Para Ulama


Ath Thobari rahimahullah menjelaskan, “Adapun manusia ketika ia diuji oleh Rabbnya dengan diberi nikmat dan kekayaan, yaitu dimuliakan dengan harta dan kemuliaan serta diberi nikmat yang melimpah, ia pun katakan, “Allah benar-benar telah memuliakanku.” Ia pun bergembira dan senang, lantas ia katakan, “Rabbku telah memuliakanku dengan karunia ini.”[1]


Kemudian Ath Thobari rahimahullah menjelaskan, “Adapun manusia jika ia ditimpa musibah oleh Rabbnya dengan disempitkan rizki, yaitu rizkinya tidak begitu banyak, maka ia pun katakan bahwa Rabbnya telah menghinakan atau merendahkannya. Sehingga ia pun tidak bersyukur atas karunia yang Allah berikan berupa keselamatan anggota badan dan rizki berupa nikmat sehat pada jasadnya.”[2]

Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan ayat di atas, “Dalam ayat tersebut, Allah Ta’ala mengingkari orang yang keliru dalam memahami maksud Allah meluaskan rizki. Allah sebenarnya menjadikan hal itu sebagai ujian. Namun dia menyangka dengan luasnya rizki tersebut, itu berarti Allah memuliakannya. Sungguh tidak demikian, sebenarnya itu hanyalah ujian. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُمْ بِهِ مِنْ مَالٍ وَبَنِينَ نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ بَل لا يَشْعُرُونَ


“Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.” (QS. Al Mu’minun: 55-56)


Sebaliknya, jika Allah menyempitkan rizki, ia merasa bahwa Allah menghinangkannya. Sebenarnya tidaklah sebagaimana yang ia sangka. Tidaklah seperti itu sama sekali. Allah memberi rizki itu bisa jadi pada orang yang Dia cintai atau pada yang tidak Dia cintai. Begitu pula Allah menyempitkan rizki pada pada orang yang Dia cintai atau pun tidak. Sebenarnya yang jadi patokan ketika seseorang dilapangkan dan disempitkan rizki adalah dilihat dari ketaatannya pada Allah dalam dua keadaan tersebut. Jika ia adalah seorang yang berkecukupan, lantas ia bersyukur pada Allah dengan nikmat tersebut, maka inilah yang benar. Begitu pula ketika ia serba kekurangan, ia pun bersabar.”[3]


Antara Mukmin dan Kafir


Sifat yang disebutkan dalam surat ini (Al Fajr ayat 15-16) adalah sifat orang kafir. Maka sudah patut untuk dijauhi oleh seorang muslim.


Al Qurthubi rahimahullah mengatakan, “Sifat yang disebutkan dalam (Al Fajr ayat 15-16) adalah sifat orang kafir yang tidak beriman pada hari berbangkit. Sesungguhnya kemuliaan yang dianggap orang kafir adalah dilihat pada banyak atau sedikitnya harta. Sedangkan orang mukmin, kemuliaan menurutnya adalah dilihat pada ketaatan pada Allah dan bagaimana ia menggunakan segala nikmat untuk tujuan akhirat. Jika Allah memberi rizki baginya di dunia, ia pun memuji Allah dan bersyukur pada-Nya.”[4]


Syukuri dan Bersabar


Pahamilah! Tidak perlu merasa iri hati dengan rizki orang lain. Kita dilapangkan rizki, itu adalah ujian. Kita disempitkan rizki, itu pula ujian. Dilapangkan rizki agar kita diuji apakah termasuk orang yang bersyukur atau tidak. Disempitkan rizki agar kita diuji termasuk orang yang bersabar ataukah tidak. Maka tergantung kita dalam menyikapi rizki yang Allah berikan. Tidak perlu bersedih jika memang kita tidak ditakdirkan mendapatkan rizki sebagaimana saudara kita. Allah tentu saja mengetahui manakah yang terbaik bagi hamba-Nya. Cobalah pula kita perhatikan bahwa rizki dan nikmat bukanlah pada harta saja. Kesehatan badan, nikmat waktu senggang, bahkan yang terbesar dari itu yaitu nikmat hidayah Islam dan Iman, itu pun termasuk nikmat yang patut disyukuri. Semoga bisa jadi renungan berharga.


Ya Allah, karuniakanlah pada kami sebagai orang yang pandai besyukur dan bersabar pada-Mu dalam segala keadaan, susah maupun senang.


Sungguh nikmat diberikan taufik untuk merenungkan Al Qur’an. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.


Disusun di Sakan 27, kamar 202, KSU, Riyadh, Saudi Arabia saat ba’da Maghrib


Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.rumaysho.com
--------------------------------------------------------------------------------
[1] Tafsir Ath Thobari, Ibnu Jarir Ath Thobari, Muassasah Ar Risalah, cetakan pertama, 1420 H, 24/412


[2] Idem.


[3] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, Muassasah Qurthubah, 14/347


[4] Al Jaami’ li Ahkamil Qur’an, Al Qurthubi, Tahqiq: Dr. ‘Abdullah bin Al Hasan At Turki, Muassasah Ar Risalah, cetakan pertama, 1427 H, 22/.

Jumat, September 17, 2010

~ Luv Chocolates Luv tis Brownie Cookies ~



Alhamdulillah kemarin ke dapur bersama putri dan mencuba resepi ini pertama kali....adunannya cair sekali...setelah dibakar ia merasa lembut seperti kek....dari foto kelihatan keras seperti biskut....ternyata tidak kalau diperhatikan resepinya emang kaya dengan choco.....untuk yang suka banget dengan chocolate.....selepas berbuka puasa buah hati menikmati brownie cookies dengan susu dingin.....'dunk it in the milk' with the sweetest smile....melihat kelagat mereka menyenangkan hati......

Brownie Cookies
Ingredients


Makes 34


12 ounces bittersweet chocolate, chopped


1/2 cup all-purpose flour (spooned and leveled)


1/4 teaspoon baking powder


1/4 teaspoon salt


6 tablespoons unsalted butter, room temperature


1/2 cup granulated sugar


1/2 cup packed light-brown sugar


3 large eggs


1 teaspoon pure vanilla extract


Directions


1.Preheat oven to 350 degrees. Place chocolate in a heatproof bowl set over (not in) a saucepan of simmering water. Stir until melted, then let cool.


2.In a small bowl, whisk together flour, baking powder, and salt. In a large bowl, using an electric mixer, beat butter and sugars until lightened in color. Add eggs and vanilla. Beat until combined. With mixer on low, alternately beat in chocolate and flour mixture; mix just until combined (do not overmix).


3.Drop dough by heaping tablespoons, about 2 inches apart, onto two parchment-lined baking sheets. Bake until a toothpick inserted in center of a cookie comes out clean, 14 to 16 minutes. Transfer to wire racks to cool.


Read more at Marthastewart.com: Brownie Cookies Recipe - MarthaStewart.com